Dalam tubuh manusia terdapat 70 persen bagian yang mengandung air atau cairan. Jumlah ini menandakan kebutuhan air atau cairan bagi tubuh manusia. Kekurangan air atau dehidrasi dapat mengakibatkan gejala buruk pada tubuh manusia. Apabila cairan dalam tubuh berkurang hanya beberapa persen, hal yang sangat mudah untuk mendeteksinya ialah berkurangnya daya konsentrasi pada seseorang.
Makin marak saat ini produk air mineral yang mengandung ion dan vitamin yang dapat menggantikan atau melengkapi kekurangan kebutuhan cairan dalam tubuh.
Banyaknya produk air isotonic ini haruslah mendapat perhatian khusus. Hal ini ditakutkan apabila air isotonic yang buruk dapat memberikan efek samping bagi tubuh.
Lalu, adakah air mineral yang baik bagi tubuh?
Air mineral yang baik bagi tubuh ialah air mineral yang tak hanya menggantikan atau melengkapi kekurangan kebutuhan asupan mineral dalam tubuh, namun dapat meningkatkan suplai oksigen dan energi dalam darah pula. Air yang baik juga dapat menetralkan atau membersihkan darah dari racun.
Air yang telah di “charge” dengan fusion excel quantum pendant. Produk yang dijual di situs ini, akan memberikan kandungan bio energi dalam air mineral.
Bio energi, tidak memberi efek kekuatan bagi tubuh, selain memberikan efek positif yang baik dalam tubuh juga meningkatkan kesehatan tubuh Anda. Bio mineral fusion excel quantum pendant diakui pula dapat memperkuat DNA dan memproteksi diri dari kerusakan.


Berikut ini sebuah tanya jawab mengenai air mineral dari milis DOKTER@yahoogroups.com yang dapat menambah pengetahuan untuk anda.
——–
Catatan:
Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti layanan medis atau bantuan profesional kepada pembaca, akan tetapi hanya sebagai referensi untuk lebih memahami segala sesuatu yang berhubungan dengan air, khususnya air mineral. Petunjuk dan bantuan dokter ahli harus Anda dahulukan untuk setiap masalah kesehatan yang Anda hadapi. Pengasuh tidak bertanggungjawab atas isi dan informasi yang terkandung.
——–
Para dokter, miliser yth.
Saya punya masalah yang membuat saya penasaran dan saya ingin sekali keterangan serta pencerahannya yang se objektif mungkin. Masalahnya begini:
Ada seseorang menawarkan air mineral baru yang saya belum kenal sebelumnya, katakanlah merk X. Dia mengatakan bahwa air mineral ini adalah yang paling baik diantara segala merk yang telah ada. Untuk membuktikannya, dia mengeluarkan alat tester , berupa alat listerik mirip elektrolisa, dengan katoda dan anoda, yang mesti dicelupkan kedalam air yang akan ditest, kemudian alat tersebut disambungkan ke outlet listerik PLN. Dia juga membawa juga air mineral kemasan cup , dengan berbagai merk (ada 5 merk) disamping air minum saya sendiri dirumah (air PAM yang telah dimasak). Kemudian alat tester itu dimasukkan bergantian kedalam gelas-gelas air mineral tadi selama beberapa menit per gelas. Bukan sulap, bukan magic , kelima gelas itu (termasuk air yang dari saya sendiri), bisa mengeluarkan sedimen yang kotor, ada yang mengendap ada pula yang mengambang! warna air pun ikut berubah, sedangkan air yang dia tawarkan sama sekali tidak megeluarkan sedimen, hanya berubah warna agak kekuniungan sedikit. Ajaib bukan ?
Lantas yang membuat saya penasaran adalah, selama berpuluh2 tahun saya minum air putih, tidak terjadi gangguan kesehatan apapun, walaupun semua kotoran itu selama ini ikut masuk kedalam perut saya. Nah.. sekarang saya ingin pendapat dari para dokter yth, para miliser, agar rasa penasaran saya bisa hilang. Juga agar masyarakat luas bisa lebih tenang dalam memilih air minum mineral.
——–
Jawab:
Hello Bung,
Peralatan yg anda sebutkan di atas, merupakan peralatan yg sangat baik utk menjadikan visualisasi sedimen pada air minum terlihat dg sangat jelas. Alatnya sebenarnya mengangkat proses elektrolisa yg kemudian membuat sedimen terurai, bisa bersenyawa dg electroda (aluminium) dan menampilkan butiran kasat mata dg disertai warna gelab, hijau, dan mengambang dipermukaan.
Peralatan bekerja dg prinsip PH (derajat keasaman) sang air periksa, semakin asam semakin berkerak dan berwarna kehijauan sampai hitam, sebaliknya semakin basa, semakin murni sedimen air terlihat; dan penguraian sedimen menjadi kristal kasat mata.
Jadi kalau anda memeriksakan air yg hendak diminum, lalu muncul sedimen yg berwarna kehijauan, maka berarti air minum anda disamping mengandung sedimen, juga bersifat asam; sebaliknya bila sedimen hanya berwarna seperti kapur, maka bisa dikatakan air minum anda mungkin bersifat basa (PH lebih besar dari 7)
Menurut WHO, air bisa diminum dg PH 6.5 - 8.5, sementara sedimen tdk diperhitungkan, tetapi menurut yg saya pelajari, derajat keasaman dan sedimen sangat mempengaruhi pencernaan, dan berakibat bagi adanya gangguan baik lambung mau pun ginjal dan pembuluh darah.
Jadi terlepas dari caranya utk memanfaatkan peralatan utk show kepada anda, tetapi apa yg dikatakn itu adalah benar, kalau mau minum air, minumlah yg paling kecil atau paling sedikit sediman nya, dg ph yg kalau bisa 7 tanpa bahan kimia.
Kalau setiap hari anda bergerak, meloncat sana sini, mengerakan kaki anda sedemikian, sehingga organ dlm tubuh anda ikut bergerak, maka air minela alias air yg mengandung mineral boleh anda konsumsikan kerena dg pergerakan tadi, kemungkinan endapan plague pada ginjal boleh dikatan ikut terlempar ketika anda bergerak.
Tetapi bukan berarti bahwa anda tdk rawan dari penimbunan sedimen di pembuluh darah. Mineral yg terkandung dalam air adalah trace mineral dlm bentuk yg jauh lebih besar dari yg bisa diserap tubuh, sisanya adalah mineral dlm from anorganik yg tdk bisa diserap oleh tubuh tetapi bisa diserap oleh tumbuhan yg dg proses fotosintesa akan dibuatkan organik mineral yg ada pada akar, batang daun bunga dan buahnya tumbuhan.
Jadi kalau mencari mineral, gunakan tumbuhan sebagai organik mineral bukan menggunakan air mineral yg anorganik mineral sebagi mineral bagi manusia, karena mineral anorganik ini tdk bisa diserap dan hanya akan menjadi penyumbat pembuluh darah dan timbunan batu di ginjal.
Sekarang bagaimana dg anda, apakah anda bisa loncat2 setiap hari dan bukan sekedar jalan kaki slowly but sure? Apakah anda bisa naik turun tangga dg menjedukan tubuh anda sehingga seluruh organ dalam bergerak? (ini yg saya lakukan sebagai terapi ketika mengalami batu ginjal di Korea). bila bisa maka anda boleh saja mengkonsumsi air mineral.
Dalam hasil survey anak saya secara on the spot, di Jakarta Barat, seluruh air isi ulang yg didatangin, memproduksi air dg pola RO (reverse osmosis) dg hasil kandungan TDS nya beranjak dari 40, pada hal RO bisa menghasilkan TDS dibawah 10, mendekati air suling. Kandungan TDS 40 ini memang lebih baik dari air PDAM yg mendekati 70-90, tetapi berarti chance utk mengalami gangguan lebih besar dibanding TDS lebih kecil dari 10 kan? Dengan TDS 10 ini kalau diperiksa dg alat tersebut dlm mail ini, maka hasilnya tdk terlihat adanya sedimen pada air tersebut.
Kesimpulannya berpulang pada anda, mau berjaga2 dg pengetahuan yg ada agar lebih sehat, atau tetap mengumpankan pada tubuh dg standard dunia bahwa itu tdk berbahaya.
Demikian, semoga bermanfaat.